![]() |
Selain pembalut, Anda juga harus
memperhatikan kebersihan dan kesehatan Miss V. Sebaik apapun pembalut
yang digunakan, tanpa perawatan intens terhadap vagina tidak akan
efektif dalam menghindarkan diri dari masalah-masalah pada organ intim.
Karena itu, perhatikanlah beberapa tip sehat dalam menjaga kesehatan dan
kebersihan Miss V di bawah ini:
Bagaimana memilih pembalut yang aman bagi kesehatan organ reproduksi kaum perempuan?
Pertanyaan ini harus Anda temukan
jawabannya sebelum membeli dan mengenakan pembalut. Meskipun pembalut
memiliki daya serap tinggi, ada baiknya kita mengganti pembalut sesering
mungkin. Biasanya, haid keluar lebih banyak pada hari pertama dan
kedua. Pembalut yang sering terlambat diganti bisa menimbulkan berbagai
jenis penyakit, terutama yang disebabkan oleh jamur dan bakteri.
Keduanya akan tumbuh subur di tempat-tempat lembab.
Selama haid, kebersihan organ intim juga perlu mendapatkan perhatian ekstra.
Ketahuilah, jika kebersihan organ intim
kurang terjaga, akan muncul rasa gatal. Rasa gatal yang berlebihan
membuat orang tak tahan ingin menggaruknya. Sedangkan bila digaruk,
permukaan kulit akan lecet, terbuka dan meradang. Akibatnya, daerah
sekitar organ intim menjadi perih.
Jangan biarkan vagina dalam kondisi lembab.
Saat memmbersihkan, basuhlah dengan air
bersih dari arah depan hingga ke belakang. Cara membersihkan dari arah
belakang ke depan justru akan memindahkan bakteri yang banyak bersarang
di daerah anus ke wilayah organ reproduksi. Akibatnya, timbul rasa gatal
yang luar biasa di daerah ini.
Gantilah celana dalam minimal dua kali sehari.
Pilih pakaian dalam dari bahan katun yang
mudah menyerap keringat. Kebersihan yang tidak maksimal bisa
menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem Miss V, sehingga keluar
lendir berlebihan yang biasa disebut keputihan. Sebetulnya, meski tidak
sedang keputihan organ intim wanita memang selalu mengeluarkan cairan,
namun jumlahnya tidak banyak. Sama seperti pembalut, pantyliner
sebaiknya sering diganti karena permukaannya yang bersentuhan dengan
kulit akan menimbulkan kelembaban.
Pilihlah panty liner yang tidak mengandung parfum.
Bagi mereka yang berkulit sensitif akan
lebih mudah terserang alergi akibat zat kimia yang terkandung dalam
parfum tersebut. Alergi bisa muncul dalam bentuk rasa gatal dan
memperparah keputihan. Bahkan, terkadang muncul iritasi. Namun, kondisi
ini bisa diminimalkan dengan sering mengganti panty liner. Meskipun
bersifat relatif, ada beberapa hal yang patut dicermati dalam memilih
pembalut. Di antaranya, berdaya serap tinggi dan tidak mengerut. Ini
akan membantu saat haid sedang banyak. Pembalut pun harus nyaman
dipakai, agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk itu,
pilihlah pembalut tipis dengan daya serap yang bisa diandalkan.
Sama seperti panty liner, pilihlah pembalut yang tidak mempunyai aroma tertentu.
Wangi-wangian pada pembalut justru
mengandung bahan kimia yang dapat menimbulkan gatal dan iritasi pada
permukaan kulit. Pembubuhan bedak atau talk pada permukaan pembalut
sebelum digunakan juga dapat menimbulkan akibat sama.
Saat membeli pembalut, pastikan kemasan barang yang kita beli dalam keadaan baik dan tertutup rapat.
Tukarkan barang jika pada plastik kemasan
ada lubang sekecil apa pun itu. Lubang ini bisa jadi pintu keluar masuk
kuman yang terbawa debu. Karena penggunaan pembalut berkaitan dengan
permukaan kulit organ perempuan yang cukup sensitif, higienitasnya harus
benar-benar terjaga.
Pilihlah pembalut dari bahan sangat lembut dan lentur.
Ini akan mengurangi faktor iritasi pada
daerah kulit Miss V. Pada saat haid, hindari celana dalam yang terlalu
ketat. Soalnya, keketatan semacam itu akan menekan otot luar organ
intim, dan menciptakan suasana lembap. Hindari pula celana jins yang
terlalu ketat di bagian selangkangan.
Saat berada di toilet umum, terutama saat haid, sebaiknya tidak menggunakan air yang berada di ember atau bak.
Menurut penelitian, air yang tergenang di
toilet umum mengandung 70 persen jamur candida albicans, penyebab
keputihan. Sedangkan air yang mengalir dari keran toilet umum mengandung
kurang lebih 10-20 persen. Bisa dipastikan, jika menggunakan air di
ember toilet umum, keesokan harinya akan muncul rasa gatal. Atau, jika
ingin lebih aman, sepulang dari toilet umum basuhlah organ intim dengan
air hangat (cenderung panas), lalu keringkan dengan handuk lembut. Jamur
dan bakteri mudah mati dalam air bersuhu tinggi.
Betapapun akrabnya perempuan dengan pembalut, namun bisa memicu alergi.
Memang, menurut sejumlah spesialis
kebidanan & kandungan, keluhan adanya alergi pada pembalut jarang
ditemukan secara langsung. Alergi ini bisa dilihat dari dua hal yakni
kondisi masing-masing individual atau jenis pembalutnya. Khusus untuk
pembalut, alergi bisa dilihat dari bahannya. Apakah memiliki daya serap
yang tinggi atau tidak. Jika penyerapan tidak sempurna, bukan tidak
mungkin memunculkan reaksi pada organ intim, termasuk gatal-gatal. Ini
karena darah haid itu bukan darah bersih. Darah haid bersifat patologis.
Banyak bibit-bibit penyakit yang siap datang menerjang.
sumber : www.femajalahwanita.wordpress.com
sumber : www.femajalahwanita.wordpress.com

0 komentar:
Posting Komentar